Informasi masa kini tentang dunia kesehatan

Monday, November 23, 2015

Perlengkapan melahirkan yang perlu dibawa ke Rumah Sakit

Memasuki trimester ketiga, ayo siap siaga untuk persalinan yang bisa datang mendadak.. Persiapkan perlengkapan melahirkan untuk dibawa ke RS, agar nanti tidak tergesa-gesa.


Sudah siapkah perlengkapan melahirkan Anda?

Memasuki trimester ketiga, tentunya sudah banyak persiapan yang dilakukan untuk menyambut kelahiran si bayi kecil. Ibu mungkin sudah banyak membeli perlengkapan bayi yang lucu-lucu dan menatanya di suatu tempat khusus.
Untuk persalinan, apakah sudah siap juga? Sebaiknya, sejak sekarang siapkanlah tas berisi perlengkapan melahirkan. Persalinan bisa terjadi kapan saja mulai minggu ke 37, bahkan mungkin sebelum itu untuk bayi prematur.
Jadi, siapkanlah semua perlengkapan melahirkan di suatu tas yang dapat Anda bawa bila mendadak harus ke rumah sakit.

Beritahu pasangan Anda

Letakkan tas berisi perlengkapan melahirkan ini di tempat yang mudah dicari bila Anda mendadak perlu ke rumah sakit. Beritahu pasangan Anda atau orang lain yang tinggal serumah dengan Anda, sehingga mereka dapat membantu Anda bila saatnya tiba.

Ada baiknya, ketika mengepak barang-barang ini pasangan Anda juga ikut terlibat, supaya di rumah sakit nanti ia tahu di mana harus mencari barang-barang yang dibutuhkan.
Inilah daftar barang yang perlu disiapkan :

Perlengkapan melahirkan untuk di bawa ke RS:

    1. Beberapa set baju bayi
    2. Handuk bayi
    3. Diaper
    4. Baby wipes
    5. Topi bayi
    6. Kaos kaki bayi
    7. Sarung tangan bayi
    8. Selimut untuk digunakan ketika membawa pulang bayi
    9. Sabun dan shampoo bayi
    10. Baby oil / minyak telon
    11. Susu formula dan botol susu, untuk berjaga seandainya ASI belum cukup
    12. Beberapa set piyama untuk Ibu. Disarankan baju atasan memiliki kancing di depan.
    13. Pakaian dalam dan BH menyusui
    14. Pembalut berukuran maxi
    15. Setelan ibu untuk digunakan ketika pulang dari RS
    16. Handuk untuk ibu, bila tidak disediakan di RS
    17. Sabun, shampoo, sikat gigi dan pasta gigi untuk ibu
    18. Kamera / dan handycam
    19. Dokumen yang diperlukan
    20. Sandal
    21. Buku catatan dan pulpen
Khawatir ketuban pecah di jalan? Lakukan persiapan berikut ini :

Persiapan bila ketuban pecah di jalan

Yang satu ini juga penting sebagai perlengkapan melahirkan… Bukannya tidak mungkin, air ketuban pecah terlebih dahulu sebelum Anda ke rumah sakit. Bagaimana bila hal ini terjadi di perjalanan?
Tentunya Anda tidak ingin air ketuban tersebut mengotori mobil bukan? Untuk itu, siapkan 1 lembar plastik besar dan handuk atau kain yang tidak terpakai lagi. Tidak perlu bingung mencari lembaran plastik yang besar.
Gunakan saja kantong sampah yang besar, lalu belah salah satu pinggirnya serta bagian bawahnya sehingga tidak berbentuk kantong lagi. Nah sekarang kantong sampah itu sudah berubah menjadi selembar plastik yang besar.

Cemilan dan minuman

Yang satu ini tidak ditulis dalam daftar perlengkapan melahirkan, tetapi sebaiknya sediakan cemilan dan minuman seperti juice, karena di saat-saat menunggu kelahiran, Anda dan pasangan butuh cemilan dan minuman untuk menyegarkan diri.

Sunday, November 22, 2015

Hamil 8 Bulan: Mempersiapkan Diri Untuk Persalinan

Ini adalah masa Anda harus menentukan akan bersalin di mana, dengan metode apa, dan bersiap jika harus menjalani operasi. Tidak hanya menyiapkan perlengkapan bayi,pada masa hamil 8 bulan ini Anda juga perlu bersiap melatih pernapasan danmelakukan persiapan menyusui.

Jika Anda ingin melahirkan secara normal, ini adalah saat yang paling tepat untuk mempersiapkannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti senam hamil yang banyak disediakan tiap minggu di rumah-rumah sakit ibu dan anak. Dalam senam hamil, pernapasan yang menjadi faktor keberhasilan persalinan normal juga akan dilatih. Senam ini dapat dimulai saat hamil 7 bulan.
Bagaimana Pertumbuhan Janin?
Di awal masa hamil 8 bulan ini bayi Anda memiliki berat kurang lebih 2 kg dengan panjang kira-kira 44 cm. Jika ini adalah kehamilan pertama Anda, pada usia kehamilan ini bisa jadi bayi telah turun dan menekan leher rahim.
Hamil minggu 33
  • Kepalanya telah berada di bawah dalam posisi siap lahir. Namun dia dapat saja berubah posisi pada minggu-minggu terakhir menjelang persalinan.
  • Tempurung kepalanya masih belum begitu kuat dan belum terbentuk sempurna. Kondisi ini memang diperlukan agar dia dapat melewati leher rahim dan lubang vagina dengan mudah.
  • Kulit bayi yang tadinya merah mulai terlihat cerah dan tidak lagi keriput seiring bertambahnya lemak di bawah permukaan kulit.
  • Pada usia kehamilan 33 minggu ini, otak dan sistem sarafnya telah berkembang sempurna.
Hamil minggu 34
  • Bobot bayi Anda kini lebih dari 2,2 kg dengan panjang 45 cm.
  • Pertambahan lemak di bawah kulit dibutuhkan untuk menjaga suhu.
  • Kecuali tempurung kepala, tulang-tulang pada rangka tubuhnya makin keras.
  • Tubuhnya yang makin panjang membuatnya berada pada posisi meringkuk di dalam rahim dengan lutut ditekuk dan merapat ke dada. Meski demikian, tetap terdapat ruang yang membuat dia dapat bergerak leluasa sehingga Anda masih dapat merasakan pergerakannya.
Hamil minggu 35
  • Kira-kira berat bayi Anda kini menjadi 2,4 kg dengan panjang sekitar 46 cm.
  • Tulang dan badannya makin besar dan sempurna. Kadang Anda dapat melihat siku atau kakinya yang menonjol pada permukaan perut Anda.
  • Di usia ini kuku kaki dan tangannya mulai tumbuh.
  • Sepasang ginjalnya telah sempurna.
  • Organ hatinya telah dapat mengeluarkan materi buangan.
Hamil minggu ke 36
  • Bayi Anda masih bertambah berat, kurang lebih 28 gram per hari. Pada minggu ini beratnya sekitar 2.7 kg dan panjang 47 cm.
  • Jantungnya telah sempurna dan siap menarik napas pertamanya begitu lahir ke dunia.
  • Mulut dan saluran pencernaannya telah siap untuk menyusu dan mencerna ASI.

Apa Saja Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Ibu?

Berat badan Anda sendiri saat ini kurang lebih bertambah 11-13,5 kg. Anda mungkin merasa sesak napas serta mengalami gangguan pencernaan karena rahim berada tepat di bawah tulang rusuk.
Perut yang makin besar mungkin membuat Anda agak kesulitan berjalan, sering sakit punggung, dan merasa cepat lelah. Anda mungkin sering merasakan kaki dan pergelangan kaki yang membengkak di sore hari. Hal ini umumnya diakibatkan edema atau penumpukan cairan.
Anda juga akan lebih sering ingin buang air kecil karena rahim yang menekan kandung kemih. Namun sebaiknya jangan kurangi konsumsi air mineral agar tidak terjadi dehidrasi. Yang perlu dikurangi hanya minuman yang justru memicu dehidrasi, seperti kopi dan teh.

Apa Saja yang Perlu Diperiksakan?

Pada usia kehamilan ini, beberapa risiko mulai dari ringan hingga yang membahayakan nyawa dapat terjadi, seperti berikut ini.
  • Banyak wanita pada masa ini sering merasakan kesemutan dan kebas pada area panggul. Sebagian mungkin juga merasakan nyeri pada bagian ini saat berjalan karena sendi panggul melonggar sebagai persiapan proses persalinan. Jika dirasa sangat mengganggu, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.
  • Pendarahan dari vagina. Pendarahan dapat menjadi pertanda kondisi serius pada kehamilan.
  • Tekanan darah tinggi. Periksakan tekanan darah Anda tiap kali ke dokter.
  • Preeklamsia, ditandai dengan tingginya kadar protein dalam urine, serta bengkak pada tangan atau wajah.
  • Gatalgatal parah yang dapat menjadi gejala gangguan pada organ hati.
  • Jika Anda merasakan kontraksi palsu (Braxton Hicks contractions) yang makin sering datang dan terasa menyakitkan, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter kandungan.
  • Sekitar 10 persen wanita mengalami pecah ketuban sebelum waktunya. Kondisi tersebut ditandai dengan air yang mengalir dari sela-sela paha. Kondisi ini paling sering terjadi di tempat tidur. Terdapat kemungkinan Anda bingung membedakan urine dengan cairan ketuban. Namun jika situasi semacam ini terjadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pecahnya kantong ketuban tanpa penanganan tepat dapat mengakibatkan infeksi yang berisiko membahayakan janin.
Persalinan yang terjadi sebelum kehamilan 37 minggu dikategorikan sebagai kelahiran prematur dan mungkin membutuhkan perawatan khusus lebih lanjut.  Namun Anda dapat tenang karena sekitar 99 persen bayi yang lahir 34 hingga 36 minggu ternyata dapat hidup normal dan tidak mengalami masalah kesehatan serius. Sistem saraf pusatnya memang belum matang sepenuhnya, tapi jantung bayi sudah dapat berfungsi.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Masa ini dapat disebut sebagai masa terakhir Anda memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menjelang masa persalinan. Berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi panduan.
  • Anda dapat mempertimbangkan untuk memilih rumah sakit bersalin yang  memungkinkan Anda dan bayi untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dan menempatkan bayi sekamar dengan Anda. IMD diperlukan agar bayi mendapatkan manfaat kolostrum atau ASI pertama, sementara satu kamar dengan bayi memudahkan Anda untuk memberikan ASI kapan saja dibutuhkan.
  • Pada masa ini Anda sebaiknya sudah menjalani masa latihan pengenalan metode menyusui yang dapat diikuti di rumah sakit ibu dan anak, klinik laktasi, atau yayasan yang menangani kegiatan tersebut, seperti Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
  • Jika Anda belum juga mengajak bayi Anda bicara, inilah saat yang tepat karena di masa ini pendengarannya telah sempurna.
  • Pada usia kehamilan 36 minggu, sebaiknya Anda sudah menyiapkan satu tas berisi perlengkapan yang perlu dibawa ke rumah sakit saat kontraksi sudah mulai terasa. Berikut ini beberapa barang yang sebaiknya tersedia dalam tas Anda:
    • Kartu asuransi kesehatan.
    • Breast pads atau bantalan untuk menyerap ASI yang mulai menetes.
    • Baju ganti.
    • Keperluan mandi, termasuk pembalut khusus pasca melahirkan.
    • Keperluan bayi: pakaian, selimut, popok.
    • Perlengkapan menyusui, seperti Pompa ASI dan botol ASI perah. Keduanya bisa jadi dibutuhkan jika bayi mengalami kondisi yang tidak memungkinkan untuk berada sekamar dengan Anda, misalnya jika dia mengalami sakit kuning, sehingga perlu dirawat dalam inkubator.
  • Tempatkan juga nomor-nomor telepon yang dapat Anda atau orang lain hubungi jika terdapat kondisi darurat.
  • Jika sebelumnya telah memiliki anak, Anda perlu merencanakan penjagaannya selama Anda berada di rumah sakit dan pada masa awal pasca persalinan.
Tidak ada wanita yang ingin menjalani episotomi atau sayatan di antara jalan lahir bayi dan anus untuk memudahkan bayi keluar. Meski prosedur ini terkadang memang perlu dilakukan, namun ada cara untuk mencegahnya, yaitu:
  • Senam kegel untuk memperkuat otot bawah panggul.
  • Nutrisi yang cukup untuk membuat kulit dapat merenggang lebih baik.
  • Kompres hangat menjelang waktu persalinan.
  • Pijat perineum atau bagian antara jalan lahir dengan anus. Pijatan dapat dilakukan oleh pasangan Anda.
Apakah aman untuk berhubungan seksual di usia kehamilan ini? Jika dokter menyatakan bahwa tidak ada masalah serius pada kehamilan Anda, maka berhubungan seksual di masa ini dikategorikan relatif aman.
Jika belum pernah didiskusikan, masa ini adalah waktu yang tepat untuk merencanakan langkah jika harus menjalani operasi caesar, serta metode kontrasepsi pasca persalinan.
Saat hamil 9 bulan nanti, kadar cairan ketuban telah berkurang dan diserap kembali oleh tubuh ibu, sehingga memungkinkan ruang tambahan untuk bayi bergerak. Setelah mempersiapkan banyak hal di bulan ini, pada bulan depan Anda perlu siaga karena bayi dapat lahir kapan saja.

Saturday, November 21, 2015

Tiga Tahapan Melahirkan Normal

Proses melahirkan normal yang dialami tiap ibu hamil berbeda-beda, namun pada dasarnya ada tiga tahapan yang akan dilalui ibu hamil sebelum akhirnya bertemu dengan buah hati tercinta.

Tiga tahapan melahirkan normal yang pertama adalah ketika ibu hamil mulai mengalami kontraksi. Perubahan terjadi pada ukuran leher rahim atau dikenal dengan istilah pembukaan. Tahapan selanjutnya adalah proses mendorong bayi hingga terlahir ke dunia. Kemudian tahapan melahirkan normal diakhiri dengan keluarnya plasenta beberapa menit setelah bayi dilahirkan.

Tahapan Pertama

Pada tahapan ini Anda akan mengalami dua proses, yaitu fase awal dan fase aktif. Pada fase awal, leher rahim Anda akan menipis dan mulai terbuka. Kontraksi ringan akan Anda rasakan pada fase ini. Biasanya kontraksi berlangsung selama 30 hingga 90 detik dengan jarak kedatangan yang teratur, misalnya tiap 5 menit.
Seiring berjalannya waktu, leher rahim Anda akan mulai terbuka sedikit demi sedikit. Anda pun akan melihat lendir bercampur darah keluar dari vagina.
Fase awal berakhir ketika pembukaan leher rahim mencapai 4 cm. Namun untuk waktu pasti yang diperlukan untuk mencapai pembukaan tersebut berbeda-beda pada tiap individu. Jika ini kehamilan pertama Anda, fase ini pada umumnya akan memakan waktu 6-12 jam. Pada ibu hamil lainnya, bisa lebih lama atau lebih pendek.
Jika sebelumnya Anda sudah pernah melahirkan, kemungkinan fase ini akan berjalan lebih cepat.
Sementara pada fase aktif, leher rahim ibu hamil akan melebar lebih cepat. Pembukaan leher rahim pada fase ini mencapai 10 cm. Kontraksi yang datang pun akan lebih kuat, lebih lama, dan lebih sering. Ibaratnya Anda sudah tidak mampu lagi berbicara ketika mengalami kontraksi seperti ini.
Rasa tidak nyaman mulai Anda rasakan pada fase ini. Anda bisa merasakan kram kaki, tekanan pada punggung, dan mungkin merasa mual. Jika belum terjadi, air ketuban Anda akan pecah pada fase ini.
Jika Anda masih di rumah pada fase ini, maka inilah waktu yang tepat untuk bergegas ke rumah bersalin.
Intensitas rasa sakit yang akan Anda alami pada tahapan ini akan meningkat. Jika Anda tidak kuasa menahannya, Anda bisa minta onbat pereda sakit atau suntik bius. Selain dengan obat dan suntikan,rasa sakit juga bisa hilang secara alami.
Fase aktif biasanya berlangsung antara 4-8 jam, jika ini adalah kehamilan pertama Anda. Namun hal ini kembal lagi kepada individu masing-masing.

Tahapan Kedua

Tahapan ini disebut sebagai proses mendorong bayi agar keluar dari tubuh Anda. Pada tahapan inilah semua tenaga Anda harus dikerahkan. Memasuki tahapan ini, Anda tidak lagi merasakan kontraksi seperti pada fase aktif. Jarak kedatangannya tidak begitu dekat sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat sebelum kemunculan kontraksi yang berikutnya.
Secara perlahan-lahan posisi bayi Anda akan turun ke jalan lahir. Anda disarankan untuk bersabar saat menunggu bayi turun dan tidak perlu tergesa-gesa untuk mendorongnya agar cepat keluar. Biarlah rasa ingin mendorong datang secara alami. Bersabar juga bisa membuat tubuh Anda rileks dan tidak stres.
Jika bayi Anda sudah berada di pintu bawah panggul Anda, kemungkinan rasa ingin mendorong akan hadir dengan sendirinya. Namun jika bayi Anda masih jauh dari pintu bawah panggul, kemungkinan Anda tidak akan merasakan sensasi ingin mendorong.
Setelah beberapa saat, akan terlihat tonjolan pada jaringan antara vagina dan anus ketika Anda mendorong. Tidak lama kemudian, kulit kepala bayi akan terlihat. Bagi seorang ibu, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Jika Anda penasaran, Anda bisa meminta cermin untuk melihat kulit kepala si Buah Hati.
Saat ini rasa ingin mendorong akan terasa lebih kuat. Tekanan kepala bayi Anda pun akan terasa lebih intens yang kemungkinan akan diiringi oleh rasa terbakar yang kuat akibat meregangnya jaringan antara vagina dan anus Anda.
Makin Anda mendorong, maka kepala bayi akan makin terdorong keluar. Dengan dorongan berikutnya, kepala bayi akan keluar dengan sempurna. Kepala bayi Anda kemudian akan menyamping karena bahunya mulai berputar untuk bersiap-siap menuju pintu kelahiran. Dengan dorongan, bahunya akan terlihat disusul oleh tubuh.
Selamat, bayi Anda sudah lahir. Mulut dan hidung si Kecil akan dibersihkan agar mudah bernapas. Sesampainya di dunia, si Kecil yang berlumuran lendir darah ini akan dikeringkan menggunakan handuk oleh suster. Bayi Anda akan dibungkus agar selalu dalam keadaan hangat. Selanjutnya, jika tidak ada komplikasi, Anda bisa bertemu dengan si Buah Hati yang telah Anda kandung selama berbulan-bulan lamanya.

Tahapan Ketiga

Setelah bayi lahir, Anda seperti merasakan kelegaan dan rasa bahagia yang tidak terbendung. Anda bisa memeluk dan menciumi bayi Anda dengan penuh rasa sayang. Namun, proses melahirkan belum selesai. Anda masih harus menunggu hingga plasenta keluar dari rahim Anda. Biasanya plasenta akan keluar dalam kurun waktu 5-10 menit. Namun ada juga yang berlangsung hingga setengah jam.

Tahapan ini juga bisa Anda gunakan untuk memberikan inisiasi menyusui dini (IMD) kepada si Kecil. IMD sangat baik untuk bayi dan juga kepuasaan batin Anda. Namun Anda harus bersabar karena tidak semua bayi mau langsung menyusu ketika baru saja dilahirkan. Meski begitu Anda jangan putus asa, terus dekatkan bibir bayi ke payudara Anda hingga dia mengisap puting payudara Anda.
Selanjutnya dokter akan memeriksa apakah Anda memerlukan penanganan lebih lanjut atau tidak, seperti jahitan atau hal lainnya. Jika ada jaringan kulit yang perlu dijahit, dokter akan terlebih dahulu membius area tersebut.
Bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, biasanya proses melahirkan secara keseluruhan memakan waktu 10-20 jam, tergantung kepada individu masing-masing. Proses lebih cepat jika Anda sudah pernah melahirkan secara normal.
Proses melahirkan memang menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Namun hal itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan hasil yang Anda dapatkan, yaitu bertemu dengan si Buah Hati. Selamat menjadi seorang ibu.

Cara Menghitung Umur Kehamilan


Cara menghitung umur kehamilan sebaiknya harus diketahui oleh para wanita terutama para ibu hamil, supaya para ibu bisa merawat dan menjaga kesehatan janinnya secara lebih maksimal. Belum lagi sekarang cara penghitungan usia kehamilan tersebut sudah bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, baik dengan cara yang manual dengan menggunakan rumus atau dengan menggunakan perangkat keras atau perangkat lunak tertentu yang biasa digunakan dalam dunia kedokteran. Akan tetapi secara umum, cara yang mungkin sebaiknya harus diketahui oleh para wanita atau para ibu hamil ini adalah cara menghitung usia kehamilan secara manual. Hal ini dikarenakan cara tersebut tidak memerlukan alat yang rumit dan tentunya hasilnya juga cukup akurat. Mengetahui umur kehamilan ini sangat penting diketahui untuk bisa mempersiapkan segala sesuatunya saat kelahiran dan pasca kelahiran, sekaligus untuk memantau bagaimana kondisi janin yang ada di dalam kandungan. Dan pada artikel kali ini, kami akan memberikan sedikit informasi kepada Anda para wanita atau ibu hamil mengenai beberapa cara menghitung umur kehamilan.
Cara Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual
Yang pertama kami akan menjelaskan kepada Anda tentang bagaimana cara menghitung usia kehamilan secara manual atau dengan penghitungan rumus yang membutuhkan beberapa data termasuk tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT). Akan tetapi cara yang akan kami ajarkan ini adalah cara yang dianjurkan bagi Anda para ibu hamil yang memiliki siklus menstruasi atau datang bulan teratur, yaitu kurang lebih antara 28 sampai 30 hari. Rumus yang digunakan menggunakan data HPHT ini adalah rumus Neagele. Dengan menggunakan rumus ini, Anda juga bisa menghitung HPL atau hari perkiraan lahir. Jadi Anda bisa memperkirakan dan mempersiapkan masa kelahiran buah hati Anda.
Sekarang kita mulai pembahasan cara menghitung umur kehamilan dengan menggunakan rumus Neagele. Kita misalkan HPHT atau hari pertama haid terakhir adalah “x”. Kemudian bulannya kita misalkan “y” dan tahun kehamilan kita misalkan “z”. Jika bulan pada saat Anda mengalami HPHT tersebut angkanya lebih dari 3, maka gunakan rumus (x+7) – (y-3) – (z+1). Akan tetapi jika bulan saat Anda mengalami HPHT tersebut kurang dari 3, maka gunakan rumus (x+7) – (y+9) – (z).
Untuk lebih jelas menggunakan cara menghitung umur kehamilan dengan rumus neagele ini, kita buat contohnya. Misalkan saja HPHT yang Anda alami terjadi pada tanggal 15 April 2014. Maka rumus yang digunakan adalah (15+7) – (4-3) – (14+1). Berarti HPL atau hari perkiraan lahir anak Anda diprediksikan akan lahir pada tanggal 22 – 1 – 15 atau 22 Januari 2015. Mudah sekali, bukan? Akan tetapi misalnya HPHT terjadi pada 15 Januari 2014, maka rumus yang bisa Anda gunakan adalah (15+7) – (1+9) – 14. Jadi perkiraan anak Anda akan lahir pada tanggal 22 Oktober 2014.
Lalu bagaimana cara menghitung umur kehamilan secara manual untuk mengetahui berapa bulan usia atau umur kehamilan? Caranya cukup mudah. Jadi misalkan angka atau tanggal yang Anda dapatkan pada penghitungan HPL adalah 22 Oktober. Maka gunakan saja tanggal 22 tersebut sebagai patokannya. Misalnya HPHT terjadi pada bulan April. Maka satu bulan usia kandungan Anda diperkirakan akan terjadi pada 22 Mei. Begitu seterusnya sampai masa tanggal kelahiran yang diprediksikan dengan cara menghitung umur kehamilan menggunakan rumus neagele ini. Akan tetapi khusus untuk HPL atau hari perkiraan lahir, biasanya Anda harus memperkirakan tenggang waktunya juga kurang lebih plus minus 7 hari.
So, pengetahuan tentang cara penghitungan usia kehamilan tersebut sampai saat ini sepertinya masih kurang dipahami oleh para ibu hamil. Pada rumusnya sangat sederhana dan mudah diterapkan. Akan tetapi tak jarang juga di masyarakat ada ibu hamil yang tidak bisa menghitung karena terbatasnya pendidikan. Namun Anda tidak perlu khawatir karena langkah termudah adalah dengan melakukan pemerikaan ke dokter atau ke bidan untuk mengetahui berapa usia kehamilan Anda.
Nah, selain dengan cara tersebut ada juga beberapa cara menghitung umur kehamilan lainnya yang juga bisa Anda lakukan secara manual. Akan tetapi tingkat keakuratannya memang belum mencapai 100 persen. Nah, salah sat cara menghitung umur kehamilan yang lain adalah dengan cara mengukur tinggi puncak rahimnya. Caranya pun sangat mudah dan Anda tidak perlu menggunakan rumus seperti pada rumus neagele tadi. Caranya adalah dengan meraba puncak rahim atau bagian dinding perut yang menonjol. Proses pengukurannya dimulai dari tulang kemaluan sampai dengan puncak rahimnya. Setiap centimeternya menandakan usia kehamilan Anda dalam minggu. Jadi misalnya jarak antara tulang kemaluan sampai ke puncak rahimnya adalah 20 cm, berarti usia kandungan Anda diperkirkan sudah masuk minggu ke-20. Jika kesulitan mengukur dengan penggaris, Anda juga bisa menggunakan tangan Anda sendiri sebagai alat pengukur yang lebih praktis. Setiap jari menandakan usia kehamilan per minggunya. Jadi jika jaraknya 3 jari tangan, maka diprediksikan usia kehamilan Anda adalah 3 minggu. Begitu pula selanjutnya sampai usia kehamilan mendekati proses kelahiran. Bagaimana? Mudah sekali bukan cara menghitungnya?

Cara Menghitung Umur Kehamilan Secara Klinis


Selain dengan cara menghitung usia kehamilan secara manual, ada juga beberapa cara penghitungan atau perkiraan secara klinis yang bisa Anda lakukan. Caranya pun lebih mudah dan tingkat keakuratannya pun mendekati 100 persen. Untuk melakukan pemeriksaan tersebut Anda bisa langsung datang ke rumah sakit. Jika saat menghitung atau memperkirakan tinggi rahim atau fundus uteri Anda mengalami kesulitan, Anda bisa datang ke dokter supaya bisa dibantu dan hasilnya pun lebih akurat ketimbang harus menghitungnya sendiri.
Selain itu, proses penghitungan secara klinis juga bisa Anda lakukan menggunakan teknologi USG atau ultrasonografi. Proses pemeriksaan kehamilan yang diawali pada tahun 70-an ini sampai sekarang masih menjadi salah satu alat penghitung usia kehamilan yang paling akurat. Bahkan bukan hanya usia kehamilannya saja, tetapi dengan menggunakan pemeriksaan USG Anda bisa mengetahui bagaimana keadaan janin Anda di dalam kandungan dan juga bagaimana perkembangannya setiap minggu atau setiap bulannya. Bahkan saat ini juga sudah ada teknologi 3 dimensi yang memungkinkan Anda bisa melihat bagaimana ekspresi si bayi saat berada di dalam kandungan dan mengetahui kegiatan bayi selama berada di dalam perut sang ibu.
Jadi, bagaimana? Apakah Anda sudah paham tentang bagaimana saja cara menghitung umur kehamilan, baik dengan cara manual atau dengan cara klinis? Tak bisa dipungkiri bahwa mengetahui berapa usia kehamilan Anda menjadi salah satu hal yang sangat penting Anda ketahui sebagai ibu hamil. Dengan mengetahui usia kehamilan Anda, tentu saja akan memberikan beberapa keuntungan, diantaranya Anda bisa memantau perkembangan bayi, Anda bisa memperkirakan kapan bayi akan lahir, dan lainnya. Maka dari itu tidak ada salahnya jika Anda mempelajari dan mengetahui cara menghitungnya.

Obat Tradisional vs Obat Kimia



Dalam memutuskan pengobatan dan obat apa yang akan digunakan, tradisional atau kimia, masing-masing harus memikirkan kebutuhan dan situasi serta kondisi yang sedang dihadapi. Mengapa?

Salah satu alasannya adalah reaksi dan cara kerja yang berbeda antara kedua jenis  obat tersebut. Berikut ini adalah beberapa fakta dan perbandingan yang harus diingat ketika Anda hendak memutuskan obat jenis apa yang ingin Anda gunakan.

Perbandingan Obat Tradisional dan Obat Kimia
Obat Tradisional
1. Harganya terjangkau
2. Efek samping relatif kecil bahkan ada yang sama sekali tidak menimbulkan efek samping jika digunakan secara tepat.
3. Reaksinya lambat.
4. Memperbaiki keseluruhan sistem tubuh.
5. Efektif untuk penyakit kronis yang sulit diatasi dengan obat kimia.
6. Terapi sampingan: Diet terhadap makanan tertentu.

Obat Kimia
1. Harga relatif mahal karena faktor impor.
2. Efek samping pengobatan lebih sering terjadi.
3. Reaksinya cepat.
4. Hanya memperbaiki beberapa sistem tubuh.
5. Relatif kurang efektif untuk penyakit kronis
6. Terapi sampingan: diet terhadap makanan tertentu dan perlakuan tertentu pada tubuh seperti bedah atau operasi dan manajemen stres.

Bila Anda bertanya, mana yang lebih baik antara obat tradisional dan obat kimia, jawabannya bergantung pada situasi dan kondisi Anda. Karena reaksi obat tradisional yang lambat, pada kasus darurat seperti perdarahan misalnya, obat kimia lebih baik digunakan karena reaksinya yang lebih cepat dalam mengatasi gejala dan meredam rasa sakit.

Hal yang sama berlaku untuk penanganan pasien pada kasus penyakit akut seperti kanker stadium akhir. Karena bersifat darurat, pengobatan konvensional seperti operasi dan bedah lebih efektif karena relatif cepat.

Dalam kondisi tersebut, jika pasien menginginkan, obat tradisional dapat tetap diberikan tetapi tidak dapat digunakan secara tunggal melainkan dapat dikombinasikan penggunaannya bersama obat kimia dan obat medis lainnya yang diperlukan.

Pada saat seperti itu, fungsi obat herbal lebih dititikberatkan pada peningkatakan efektifitas pengobatan sekaligus mengurangi efek samping yang ditimbulkan obat kimia. 

Berbeda halnya pada pasien dengan kondisi yang boleh dikatakan masih aman. Penggunaan obat herbal masih dapat digunakan secara tunggal atau jika diinginkan, dapat juga dikombinasikan dengan obat kimia untuk meningkatkan efektifitas pengobatan tentunya dengan memberi selang waktu pemakaian antara kedua jenis obat tersebut.

Mengapa kecepatan reaksi kedua jenis obat tersebut bisa berbeda? Jawabannya berkaitan dengan mekanisme kerja kedua jenis obat tersebut. Seperti yang telah disinggung dalam tabel di atas, obat kimia bekerja dengan menghilangkan gejala atau penyebab dan meredam rasa sakit.

Menurut Dr Amarullah H Siregar obat-obatan kimia lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Intinya, obat kimia hanya mampu memperbaiki beberapa sistem tubuh.

Berbeda halnya dengan obat tradisional yang bekerja langsung pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh yakni dengan memperbaiki sel-sel, jaringan, dan organ-organ tubuh yang rusak serta dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk berperang melawan penyakit.

Contohnya, Meniran (Phyllanthus urinaria) yang memiliki efek seperti antibiotik. Ia tidak langsung membunuh kuman, namun mengaktifkan kelenjar di dalam tubuh yang menghasilkan sel-T yang merupakan pembunuh alami kuman.

Perhatikan, dalam contoh tersebut, Meniran tidak bekerja langsung menghentikan serangan kuman tetapi dengan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kuman.

Tak heran, bila dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk merasakan efek obat herbal dibandingkan jika kita menggunakan obat kimia. Meskipun demikian, keunggulan obat tradisional adalah efek sampingnya yang relatif lebih kecil bahkan ada yang tidak memiliki efek samping sama sekali jika digunakan secara tepat.

Alasan utamanya adalah dikarenakan sifat bahan obat tradisional yang alami sehingga dapat dicerna oleh tubuh. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan obat tradisional, ada baiknya Anda mengenal bentuk-bentuk sajian obat tradisional yang ada.